Jangar “Merayakan Malam”, Sajikan Pesta Musik Rock Konvensional

Jangar mengajak teman-teman mereka untuk ikut tampil di “Merayakan Malam” yang digelar 15 Juni di Rumah Tanjung Bungkak, Denpasar.
jangar
JANGAR
Dion Clarensa

Kuartet rock asal Bali, Jangar menggelar pesta peluncuran album mini (EP) terbaru mereka, Malam, pada Sabtu, 15 Juni di Rumah Tanjung Bungkak, Denpasar. Dalam pesta bertajuk “Merayakan Malam” tersebut, Jangar akan membawakan secara penuh materi yang ada dalam EP mereka untuk pertama kalinya.

Dewa Adi Sanjaya (gitar), Pasek Darmawaysya (drum), Rai Biomantara (bass), dan Gusten Keniten (vokal) menjanjikan pesta perayaan seru dan menjadi medium pelepas penat untuk semua orang, termasuk Jangar.

“Dalam pikiran kami, ‘Merayakan Malam’ akan jadi stress reliever untuk orang-orang yang hadir. Jangar tetap menyajikan pesta musik rock konvensional yang mempertahankan sound drum yang megah, solo gitar, bass yang mengaum, dan vokal lantang yang sing-a-long-able. Kalau ditanya hal spesial, saya rasa penampilan Jangar selalu spesial,” seru Dewa menjanjikan, dikutip Billboard Indonesia dari keterangan resminya.

Demi perayaan yang lebih meriah, Jangar mengajak teman-teman mereka untuk ikut tampil dalam “Merayakan Malam”. Ada tiga band yang dipastikan mengambil bagian dalam acara ini, yaitu grup hip hop Madness On Tha Block, band stoner/psychedelic Iron Head dan Gangsar – dulu bernama Rollfast.

“Karena Jangar berangkat bermusik dari pertemanan, kami undang teman-teman yang bersedia ikut meramaikan perayaan Malam. Sekalian reuni mini,” ujar Dewa lagi.

jangar
Poster JANGAR “Merayakan Malam”

Jangar merilis EP Malam pada 23 Februari 2024 via Silver Records. Mereka mengatakan, EP ini memiliki irisan dengan album perdana mereka yang berjudul Jelang Malam (2019).  Jika Jelang Malam jembatan, Malam adalah tujuannya; tujuan yang kosong dan gelap.

Dalam lagu “Tanah”, yang menjadi focus track EP ini, Jangar bercerita bagaimana setiap orang memiliki titik di mana ia tidak ingin bangkit setelah mengalami kegagalan atau kehilangan yang tidak dapat disembuhkan.

“Kami tidak berbicara mengenai kematian, tidak juga tentang kehidupan. Kami membicarakan perjuangan, bagaimana kita menjalani? Sampai kapan kita akan berdiri? Sampai mana kita harus berhenti, apakah harus menunggu mati?” Pasek, penulis lirik lima lagu dalam EP Malam, mengungkapkan.

EP Malam sendiri berisi enam lagu yaitu “Artileri”“Tanah”, “Stress”, “Adiksi”,  “Jalan Pulang”, dan “Ada Lagi Yang Mati”, lagu milik Iwan Fals yang berasal dari album 1910. Pemilihan lagu “Ada Lagi yang Mati” berawal dari kebiasaan Pasek yang sering memutar album kompilasi Iwan Fals yang berjudul Tragedi.

“Pola-pola aransemen dan gaya penulisan liriknya (lagu-lagu dalam album Tragedi) mirip dengan Jangar. Kami mulai workshop beberapa lagu di album tersebut dan kami pilih lagu ini (“Ada Lagi yang Mati”) karena yang paling merepresentasikan album mini Malam,” ujar Dewa menceritakan latar belakang pemilihan lagunya.

Intinya, melalui EP Malam, Jangar ingin menghargai setiap nyawa yang berusaha mencari makna eksistensi, bertarung melawan pikiran sendiri, dan tetap menjalaninya meskipun tubuh terkoyak mental dan fisik.

“Hingga akhirnya kita mati, akankah ada hal-hal yang kita sesali? Adakah niat untuk kembali? Membenahi pilihan-pilihan hidup yang membawa kita pada hari ini,” imbuh Pasek.

EP Malam sudah bisa didengarkan di berbagai layanan musik streaming seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan lainnya.

“Momen seperti ‘Merayakan Malam’ ini,” kata Dewa, “sepertinya sayang kalau dilewatkan. Ditambah sudah lama kami tidak bermusik di atas panggung karena cederanya Gus Rai selama setengah tahun. Apa tidak rindu?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts

 

PMC

Billboard Indonesia is published under license from Penske Media Corporation. All rights reserved.
Billboard name and logo used by permission of Penske Media Corporation.
Powered by TNGR